Candimulyo – Inovasi kesehatan bertajuk SULTAN CANDI (Suami dan Keluarga Tanggap Kesehatan Bunda dan Cegah Stunting Sejak Dini) digelar di Balai Desa Surodadi, Kecamatan Candimulyo, pada Kamis (24/7). Program ini diinisiasi oleh Puskesmas Candimulyo sebagai upaya menekan angka kematian ibu dan bayi serta mencegah stunting melalui keterlibatan aktif suami dan keluarga dalam mendampingi ibu hamil.
Berbagai sesi edukatif menjadi inti kegiatan, mulai dari penyuluhan medis mengenai penyakit dalam kehamilan dan tanda bahaya yang disampaikan oleh dr. Herlina, edukasi gizi dan stunting oleh petugas gizi Arum Putri Nugraheni, hingga materi peran penting suami dalam proses kehamilan yang dibawakan oleh promotor kesehatan Erin Rizkiana.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penyuluhan, tetapi juga diselingi aktivitas fisik seperti senam peregangan, pemutaran video edukatif seputar kehamilan, praktik pijat oksitosin, serta pemeriksaan GOLDA. Sebagai bentuk komitmen, para peserta juga membubuhkan tanda tangan pada pakta dukungan terhadap program SULTAN CANDI.
Kepala Puskesmas Candimulyo, Herlina Nung Rahmasari, menyampaikan bahwa keterlibatan keluarga, terutama suami, sangat penting dalam menjaga kesehatan ibu dan anak. Menurutnya, program ini dirancang sebagai langkah promotif dan preventif yang menempatkan keluarga sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan stunting dan kematian ibu.
"Kesehatan ibu dan anak bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan atau ibu semata. Peran suami sangat menentukan. SULTAN CANDI kami harapkan menjadi model intervensi keluarga yang bisa direplikasi di wilayah lain," tegasnya.
Kepala Desa Surodadi, Nasrodin, turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini dan menekankan bahwa kesehatan keluarga adalah pondasi pembangunan desa.
"Kami menyambut baik program ini dan siap mendukung keberlanjutannya. Ini bukan hanya tentang kesehatan hari ini, tapi investasi untuk generasi mendatang," ujarnya.
Salah satu peserta, Ahmad Syaifudin, mengaku mendapatkan perspektif baru setelah mengikuti rangkaian kegiatan.
"Dulu saya mengira kehamilan dan urusan gizi hanya tugas istri. Sekarang saya sadar, peran saya sebagai suami sangat penting untuk kesehatan istri dan anak saya," ungkapnya.
Melalui SULTAN CANDI, Puskesmas Candimulyo berharap dapat mendorong transformasi peran suami dalam keluarga — dari yang sebelumnya pasif menjadi lebih peduli dan tanggap. Karena pencegahan stunting dan kematian ibu, pada akhirnya, berawal dari keluarga yang saling mendukung.
